Ilustrasi: Responden
Mereka adalah sumber data utama. Pemilihan responden menggunakan kriteria ketat (inklusi dan eksklusi) agar data sesuai tujuan.
Dalam riset ini, jawaban responden diubah menjadi angka untuk diuji secara statistik. Peneliti dan responden tidak saling mengenal secara personal untuk menjaga objektivitas hasil.
Anonim:
Identitas dirahasiakan.
Hal ini dilakukan agar responden berani menjawab jujur tanpa takut privasinya terganggu.
Jumlah Banyak:
Jumlahnya harus memenuhi batas minimum.
Berdasarkan rumus tertentu (seperti Slovin atau Cochran) dengan tujuannya agar tingkat kesalahan (margin of error) kecil.
Mewakili Kelompok (Representatif):
Atribut responden harus mencerminkan populasi yang diteliti.
Pengambilan sampel dilakukan secara acak agar hasil riset bisa dianggap berlaku untuk semua orang di kelompok tersebut.
Hanya Fokus pada Kuesioner:
Responden hanya menjawab pertanyaan yang sudah disediakan.
Tidak ada ruang untuk diskusi atau memberikan jawaban di luar format yang ada.
Pelajari tentang Karakteristik Syarat Responden [ Baca artikel SurveyPedia disini ]
Memahami dengan baik:
Membaca instruksi dengan teliti agar tidak salah mengartikan pertanyaan.
Jujur dan Apa Adanya:
Memberikan jawaban sesuai kenyataan, bukan jawaban yang dianggap benar secara sosial atau sekadar ingin terlihat baik.
Konsisten:
Memberikan jawaban yang selaras untuk pertanyaan-pertanyaan yang saling berkaitan.
Lengkap:
Memastikan tidak ada pertanyaan yang terlewat. Jawaban yang kosong akan merusak validitas hitungan statistik.
Ilustrasi: Informan
Mereka dipilih karena punya pengalaman langsung atau otoritas pada topik yang diteliti. Berbeda dengan responden yang menjawab pertanyaan kaku, informan memberikan cerita, makna, dan sudut pandang pribadi.
Mereka adalah rekan peneliti dalam mengupas masalah sosial atau budaya yang tidak bisa dihitung dengan angka.
Dipilih Sesuai Kebutuhan:
Informan tidak dipilih secara acak.
Peneliti mencari orang yang benar-benar paham masalah atau punya posisi penting terkait topik penelitian.
Cerita Mendalam:
Fokus utama adalah kualitas informasi.
Data yang dihasilkan berupa penjelasan detail tentang konteks suatu kejadian atau tindakan.
Jumlah Sedikit:
Informan biasanya tidak banyak.
Pengumpulan data dihentikan saat informasi yang didapat sudah mulai berulang atau tidak ada temuan baru lagi (jenuh).
Opini Pribadi:
Pendapat dan perasaan informan sangat penting.
Peneliti menghargai sisi subjektif informan sebagai bagian dari kenyataan yang diteliti.
Interaksi Fleksibel:
Hubungan peneliti dan informan bersifat dua arah atau diskusi.
Informasi baru dari informan bisa mengubah arah pengumpulan data agar lebih relevan.
Bercerita Detail:
Dapat Menjelaskan kronologi dan latar belakang masalah secara lengkap melalui sesi wawancara mendalam.
Pelajari tentang In-Depth Interview [ Baca artikel SurveyPedia disini ]
Menjelaskan Konteks:
Membantu peneliti mengerti aturan, norma, atau simbol tersembunyi yang berlaku di lingkungan atau kelompok mereka.
Membuka Akses:
Informan kunci bertugas membantu peneliti agar bisa masuk dan diterima di lokasi atau kelompok yang sulit dijangkau.
Cek Ulang Jawaban:
Meninjau kembali catatan atau hasil wawancara peneliti untuk memastikan tidak ada salah tafsir.
Lakukan Koreksi:
Koreksi segera bila ada asumsi dalam pertanyaan dari peneliti.
Memberi masukan kritis jika dugaan atau pemahaman peneliti keliru mengenai situasi budaya dan sosial yang ada.
Ilustrasi: Narasumber
Mereka dipilih karena memiliki otoritas atau pengetahuan teknis yang tidak dimiliki orang awam.
Jika responden fokus pada jumlah dan informan fokus pada cerita personal, narasumber lebih mengarah pada validasi fakta dan analisis ahli. Mereka menjadi rujukan utama untuk memperjelas masalah dari sudut pandang profesional.
Keahlian Khusus (Expert):
Memiliki latar belakang pendidikan, sertifikasi, atau pengalaman panjang di bidang yang relevan dengan penelitian.
Otoritas dan Jabatan:
Punya wewenang untuk bicara atas nama instansi, organisasi, atau disiplin ilmu tertentu.
Kredibilitas Terbuka:
Berbeda dengan responden yang anonim, identitas narasumber biasanya dibuka karena nama dan reputasi mereka menjadi jaminan validitas informasi.
Objektivitas Profesional:
Informasi yang diberikan didasarkan pada data, teori, atau standar profesional, bukan sekadar opini atau perasaan pribadi.
Efisiensi Informasi:
Tidak memerlukan jumlah banyak.
Satu atau dua narasumber ahli sering kali sudah cukup untuk menjelaskan fenomena yang sangat teknis atau kompleks secara tuntas.
Memberikan Klarifikasi:
Menjelaskan istilah teknis atau isu yang rumit agar lebih mudah dipahami oleh peneliti atau audiens.
Validasi Data:
Memverifikasi temuan atau asumsi peneliti untuk memastikan kebenarannya secara teori maupun praktik di lapangan.
Memberikan Analisis Mendalam:
Melihat dampak, tren, atau konsekuensi dari sebuah kejadian berdasarkan sudut pandang ahli.
Mempertanggungjawabkan Pernyataan:
Karena identitasnya jelas, narasumber bertanggung jawab penuh atas kebenaran dan akurasi data yang mereka sampaikan.
Menyediakan Referensi:
Sering kali memberikan akses ke dokumen resmi, statistik, atau arsip yang mendukung penjelasan mereka.
SurveyGua menjadi sangat penting sebagai partner Anda untuk mendapatkan Responden, Informan dan Narasumber yang dapat mendukung kebutuhan data penelitian Anda.
Anda bisa berkolaborasi dan mempercayakan kuesioner penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Anda kepada SurveyGua, Karena SurveyGua dapat memahami apa yang ada di dalam pikiran Responden.
SurveyGuaID merupakan Jasa Konsultan Survey yang Profesional dan berpengalaman, hingga dapat membantu dalam setiap Penelitian Akademis, Riset Personal, Market Research (Riset Pasar). Dapatkan wawasan mendalam melalui riset yang tepat sasaran bersama tim ahli kami.
Hubungi SurveyGua untuk konsultasi lebih lanjut dan biarkan kami membantu Anda menguasai pasar dengan data yang akurat. Insight Your Research.